Jakarta, Indo Merdeka – Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menyoroti pertumbuhan sektor pertanian yang tidak diikuti dengan kenaikan nilai tukar petani pada Juli 2020.
“Pertumbuhannya positif tapi belum sepenuhnya meng untungkan petani akibat tak meratanya infrastruktur, khususnya untuk mengangkut hasil panen, serta panen raya yang berbarengan”, ujar Muhaimin Iskandar di Jakarta jumat (7/8/2020).
Ia heran masalah ini masih selalu terus berulang dengan tanpa ditemukan mekanisme penyerapan dan distribusi yang baik, agar tidak ada penumpukan saat panen. Semestinya harus dicarikan terobosan, ujar Muhaimin berwacana menanggapi hasil riset oleh BPS.
Badan Pusat Statistik, BPS, sebelumnya mengumunkan Produk Domestik Bruto, PDB, pada empat bulan ke 2 atau kuartal II tahun 2020 mengalami kontraksi minus hingga 5,32 persen kecuali sektor pertanian yang tumbuh 16,24 persen pada kuartal-II 2020
Ia berharap pemerintah dapat menyerap hasil produksi petani dengan harga yang layak sehingga dapat mendongkrak nilai tukar petani, khususnya di sub sektor tanaman pangan dan holtikultura, katanya seraya memuji pertanian yang telah jadi pengungkit pertumbuhan yang dapat diandalkan.
“Saya minta harus ada perubahan orientasi pertanian yang harus diarahkan pada konsep kedaulatan pangan. Prinsip kedaulatan pangan yang sesuai dengan Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Rakyat Yang Bekerja di Pedesaan, UNDROP”, tegasnya.
Dengan menjadikan para petani dan nelayan sebagai produsen utama untuk menghasilkan pangan tanpa tergantung impor. Selain distribusi lahan melalui program reforma agraria dan diversifikasi pangan yang harus lebih untuk segera dilaksanakan saat ini. Hal ini sekaligus dapat menjadi solusi di tengah krisis pangan disaat pendemi Covid-19, jelas Ketua Umum DPP PKB. (oce)






