Jakarta, Indo Merdeka – Pemulihan ekonomi semestinya memprioritaskan masyarakat menengah bawah

Sebab, pertumbuhan ekonomi yang diharapkan akan tumbuh 4,5-5,5 persen adalah target yang sesungguhnya berat tapi sangat mungkin dicapai ketika seluruh kekuatan, potensi dan sumberdaya dikonsolidasikan.

Muhaimin Iskandar wakil Ketua DPR bidang Kesra mengatakan di Jakarta kamis (20/8/2020)

Ia menilai RAPBN 2021 yang disampaikan pemerintah sesungguhnya cukup menggambarkan komitmen pemerintah didalam upaya melakukan percepatan pemulihan ekonomi. Hanya, ujar, Muhaimin lagi, kebijakan-kebijakan fiskal tahun 2021 tersebut tidak boleh meminggirkan pembangunan manusia.

“Saya mengapresiasi komitmen pemerintah dalam pemulihan ekonomi sebagaimana tercermin dalam RAPBN yang disampaikan di hadapan DPR. Asalkan realisasinya harus cepat dan tepat agar target pertumbuhan tidak meleset”, tegasnya.

Dengan pengarusutamaan pada pembangunan manusia yang dijadikan salah satu paradigma baru, utamanya buat masyarakat menengah ke bawah.
“Ini sekaligus momentum untuk perbaikan di semua lini”, imbuhnya.

Di dalam RAPBN 2021, anggaran pemulihan ekonomi mencapai Rp 356,5 triliun yang dialokasikan untuk perlindungan sosial sebesar Rp 110, 2 triliun. Selain itu untuk UMKM sebesar RP 48,8 triliun, pembiayan koperasi Rp 14, 9 triliun, dan insentif dunia usaha sebesar Rp 20,4 triliun.

Intinya, kata dia, masyarakat menengah bawah agar mereka tidak lagi menjadi kluster baru penambah jumlah ke miskinan.
Bahwa negara memang harus hadir untuk menyantuni kelas-kelas sosial. Itulah sesungguhnya esensi negara. Kehadiran negara salah satunya terwujud dalam penganggaran dalam RAPBN,

Imin dan Ali Taher Parasong anggota Komisi Agama DPR menyorot sektor pembangun bidang pendidikan agama. Seperti diketahui, dalam RAPBN 2021 anggaran sektor pendidikan gelondongannya sebesar Rp 549, 5 triliun.

“Agar ini diurai untuk pendidikan agama, utamanya PAUD untuk guna menanamkan akhlak sejak dini karena tidak semua bisa dengan andalkan daring atau online yang tiba tiba munculkan pornografi lewat virtual,” ungkap Ali yang mualaf ini.

Imin senada agar DPR awasi peta jalan generasi emas 2045 .Mereka harus disiapkan dan terus dikawal terutama melalui peningkatan kualitas pendidikan, pungkasnya. (Oce)

Bagikan: