Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Koleksi terbaru Butik Ladys Tenun Klasik yang diperagakan pada Palembang Food Festival di Palembang Indah Mall (PIM).

Produktif Keluarkan Motif Baru

Palembang, Indo Merdeka– Ladys Tenun Klasik kembali menghadirkan desain busana terbaru. Mengangkat tema “Classic Limar Haute Couture” Desain terbaru ini dihadirkan pada Palembang Food Festival pekan lalu di Palembang Indah Mall (PIM)

Owner Butik Ladys Tenun Klasik, Lina Dedy mengatakan,
pada fashion kali iki dirinya menghadirkan busana terbaru dengan motif limar. Namun pada setiap rancangan terbarunya ia selalu mempertahankan ciri khasnya. “Kalau rancangan saya selalu Klasik namun tetap elegan,” katanya.

Bahan digunakan tetap bahan berkualitas yang terbuat dari bahan sutra. Kemudian, menggunakan prada atau benang emas. “Busana yang dibikin disini dimulai dari nol. Berupa kain sutra yang di motif dan pencelupan hingga menjadi baju,” sebut dia.

Ia mengungkapkan, pada desain kali ini tetap mempertahankan tradisional dengan mengunakan kain tradisional berupa kain limar yang Klasik di combain dgn sutera thaisil Ya bermain pada warna kusam, gelap dan burem.

Meski begitu tetap ada sentuhan modern dengan desain yang kekinian berupa cutting asimetris. Lalu desain juga tidak terlalu terbuka. “Jadi tidak kaku. Dengan begitu anak mudah juga bisa menggunakannya,” ulasnya.

Lina juga memberikan akses angkinan pada desain baju nya. Angkinan ini menggantikan payet yang biasa digunakan. Angkinan ini hanya beberapa titik tidak seluruhnya hanya bagian2 tertentu yg membutuhkan sentuhan angkinan Sebab kalau terlalu banyak kesan to much. karna Design kali ini lebih menonjolkan kain limarnya. “Saya ingin menampilkan busana yang anggun, modern dan tidak terbuka,” tutupnya.

Menyesuaikan dengan pandemi Covid-19, dirinya juga menghadirkan masker seragam dengan baju dikenakan. (Ril)

About admin indomerdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan