Harga minyak menguat pada perdagangan Senin (29/11) sore waktu AS atau Selasa (30/11) pagi WIB.

Harga Minyak Kembali Menguat

Jakarta, Indo Merdeka –  Harga minyak menguat pada perdagangan Senin (29/11) sore waktu AS atau Selasa (30/11) pagi WIB. Mengutip Antara pada Selasa (30/11), harga minyak mentah berjangka jenis Brent naik 72 sen atau 1 persen ke level US$73,44 per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$1,80 atau 2,6 persen ke level US$69,95 per barel.

Kenaikan harga kedua jenis minyak tersebut terjadi setelah mereka mengalami tekanan hebat pada pekan lalu. Diketahui sepanjang pekan lalu, minyak Brent anjlok US$9,5 per barel. Sementara itu WTI terpuruk US$10,24 per barel.

Analis di RBC Capital Markets Michael Tran mengatakan penguatan terjadi karena minyak sudah melemah dalam pada pekan lalu. 

“Kami percaya bahwa penurunan harga minyak telah berlebihan,” katanya.

Meski menguat, minyak masih dibayangi oleh beberapa sentimen negatif. Salah satunya, merebaknya varian covid baru omicron.

Kemunculan varian itu menimbulkan kekhawatiran pasar atas prospek permintaan minyak ke depan dan pemulihan ekonomi global. Jika varian baru dari virus tersebut terbukti resisten terhadap vaksin atau lebih menular daripada varian lain, itu dapat berdampak pada perjalanan, perdagangan, dan permintaan minyak yang melemah.

Memang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perlu waktu berminggu-minggu untuk memahami tingkat keparahan varian baru tersebut. 

Analis di RBC Capital Markets Michael Tran mengatakan penguatan terjadi karena minyak sudah melemah dalam pada pekan lalu. 

“Kami percaya bahwa penurunan harga minyak telah berlebihan,” katanya.

Meski menguat, minyak masih dibayangi oleh beberapa sentimen negatif. Salah satunya, merebaknya varian covid baru omicron.

Kemunculan varian itu menimbulkan kekhawatiran pasar atas prospek permintaan minyak ke depan dan pemulihan ekonomi global. Jika varian baru dari virus tersebut terbukti resisten terhadap vaksin atau lebih menular daripada varian lain, itu dapat berdampak pada perjalanan, perdagangan, dan permintaan minyak yang melemah.

Memang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perlu waktu berminggu-minggu untuk memahami tingkat keparahan varian baru tersebut. 

Sumber : CNN Indonesia

About Dety Saputri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan