Warga Lampura, Alihkan Perkebunan ke Sektor Pertanian Ikan

Lampung Utara, Indo Merdeka – Bisnis budi daya ikan bagi sebagian masyarakat Kabupaten Lampung Utara merupakan bisnis yang cukup menjanjikan, kendati modal yang harus dikeluarkan cukup besar

Meskipun, dinilai sedikit rumit dalam proses pengelolaan, mulai dari pembibitan hingga pembesaran serta pemberian pakan ikan, namun hal tersebut tak membuat para pebisnis budidaya ikan menjadi patah semangat, mengingat keutungan yang diraih setelah panen ikan sangat menjanjikan, hingga ratusan juta rupiah dalam satu kali Penen.

Demikian juga halnya yang dilakukan warga di Kecamatan Tanjungraja khususnya Desa Tulung Balak, Kabupaten Lampung Utara

Warga disana telah banyak yang mengalih-fungsikan lahan mereka, seperti persawahan, perkebunan ke sektor pertanian ikan.

Menurut masyarakat setempat, penghasilan dari kolam ikan sebanding dengan empat kali hasil pertanian lainnya.

Meski begitu para petani mengaku dalam pengelolaan kolam ikan , terkendala dengan permodalan, mengingat tingginya biaya dalam pembuatan kolam ikan, pakan dan bibit.

“Menggeluti usaha kolam ikan, kami terkendala dengan modal. Apalagi modal bukan sedikit mulai dari bibit ikan, pembuatan kolam, dan pakan. Bila dikalkulasi dapat menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah,” kata Darham(51), petani ikan Desa Tulungbalak, didampingi Kadis Perikanan Sany Lumi, Sabtu, (6/8/2022).

Perwakilan kelompok perikanan (Pokkan) Mina Keluarga Rifai ini menambahkan, sejumlah usulan bantuan permodalan ke pihak perbankan sudah diajukan, namun belum terealisasi. Padahal sektor modal itu sangat berarti untuk pengembangan usaha perikanan di desanya.

Untuk biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan kolam ikan bervariasi, tergantung dengan luasannya. Dengan akumulasi setiap meter persegi harus diberikan ikan sebanyak 10 -15 ekor.

“Untuk ukuran kolam miliknya dibutuhkan ikan nila untuk dibesarkan sebanyak 25 ribu ekor, ” ucapnya.

Untuk keuntungan sendiri, lanjut Darham, lebih besar dibandingkan menanam padi sawah. Menanami sawah bisa mendapatkan keuntungan hanya 30 persen, sedangkan usaha kolam ikan nila setiap panen mencapai 70 persen.

Sementara itu, Kadis Perikanan Lampura Sanny Lumi menuturkan, ada dua kecamatan yang menjadi lokasi sektor perikanan di Kabupaten Setempat, yakni Kecamatan Abung Tinggi di Desa Skipi, dan Kecamatan Tanjungraja Desa Tulungbalak.

“Terus kita support, agar Lampura menjadi sentra perikanan air tawar. Khususnya ikan Nila. Kita targetkan ditahun mendatang Lampura akan swasembada ikan,”katanya.

Terkait keluhan permodalan para petani, Sani Lumi menegaskan, terus berupaya berkomunikasi berkoordinasi, dan berusaha meyakinkan pihak perbankan, agar dapat memberikan bantuan permodalan dengan bunga ringan kepada para petani dengan sistem kredit usaha rakyat (KUR).

“Apalagi kita sudah membentuk kelompok perikanan (pokkan) yang tergabung dalam gabungan kelompok perikanan (Gapokkan) Mina jaya Bersama,”katanya.

Menurut Sani, dengan adanya perombakan besar – besaran lahan pertanian sawah menjadi kolam perikanan, membuktikan animo masyarakat sangat tinggi.

”Untuk pemasaran kita tidak tidak ambil pusing, mengingat produksi perikanan ini tidak hanya menjadi konsumsi local. Tapi juga sudah merambah ke Kabupaten/Kota, atau bahkan ke provinsi lain,” tandasnya.

About Dety Saputri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan