OKU Timur.IndoMerdeka.Com – Bulan suci Ramadhan yang seharusnya penuh kekhidmatan justru ternoda oleh aktivitas hiburan malam di Kecamatan Belitang.

Tempat hiburan King Karaoke yang berlokasi di Desa Gumawang, berbatasan dengan Desa Tegal Rejo,Diduga tetap beroperasi hingga larut malam bahkan sampai waktu subuh.

Berdasarkan pantauan awak media menyusul laporan masyarakat, operasional tempat ini telah memicu keresahan warga sekitar.

Seorang warga Desa Tegal Rejo yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa tidak nyamannya atas operasional tempat hiburan tersebut.

Menurutnya, suara dentuman musik keras yang berasal dari King Karaoke kerap terdengar hingga larut malam, tepat di saat warga seharusnya beristirahat.

“Kami sangat terganggu dengan suara musik yang menggelegar saat jam istirahat malam. Ini bukan hanya soal kebisingan, tapi juga mengganggu kekhusyukan ibadah dan waktu tidur kami,” keluhnya kepada awak media.

Selain itu tak hanya soal kebisingan, King Karaoke juga diduga menjadi sarana pesta narkoba dan konsumsi minuman keras (miras).

Kondisi ini mencerminkan fenomena menjamurnya tempat hiburan berkedok karaoke di wilayah Belitang, yang diduga beralih fungsi menjadi lokasi pesta zat terlarang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) OKU Timur, Ihsan Efendi, meluapkan kemarahannya. Ia menegaskan bahwa aktivitas ilegal ini bertolak belakang dengan visi misi Kabupaten OKU Timur yakni “Maju Lebih Mulia”.

“Keberadaan tempat hiburan yang melanggar kesucian bulan Ramadhan dan menjadi sarana aktivitas ilegal sangat melukai perasaan masyarakat. Ini jelas bertentangan dengan semangat Maju Lebih Mulia,” tegas Ihsan.

Ihsan mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) OKU Timur untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap izin operasional King Karaoke serta tempat serupa lainnya di Belitang.

Lebih lanjut, ia meminta pihak Kepolisian, TNI, dan BNN Kabupaten OKU Timur untuk melakukan penyelidikan mendalam guna memberantas peredaran narkoba dan pesta miras di lokasi karoke tersebut.

“Kami meminta kepada pihak yang terkait untuk menindak tegas tempat hiburan yang masih beroperasi di bulan Ramadhan ini dan jangan biarkan marwah daerah kita rusak,” pungkasnya.

Bagikan: