Jakarta, Indo Merdeka – Menteri Kesehatan Budi Sadikin telah memutuskan 4 vaksin mandiri atau berbayar yaitu Sinopharm, Moderna, Sputnik V asal Rusia dan Johnson and Johnson

“Ini hasil rapat 3 hari lalu dengan bapak Menteri Kesehatan,” kata Nur Yasin anggota DPR RI dari Komisi Kesehatan di Jakarta kamis (18/3/2021).

Namun demikian, semua sertifikat hasil vaksinnya tidak bisa jadi paspor langsung bebas antigen untuk penerbangan dan angkutan umum.

“Aturan ini sudah diputuskan Menkes bersama Komisi IX DPR RI, selain karena belum ada Badan Monitoring dan Evaluasi. Bahkan timnya saja, saya belum tau. Kalau ada, enak kita. Kita akan minta penjelasan efikasi dari vaksin Sinovac langsung,” ujarny

Selain itu ada Vaksin yang kami kejar yakni Vaksin Merah Putih yang akan dipercepat pengembanganya di 7 lembaga riset yakni UGM, ITB, Unpad, Unair, LIPI, Eijkman, UI dengan berbagai platform yang berbeda beda.

“Saya pikir ini bagus sekali, bisa digunakan jika nanti ada mutasi virus baru,” jelasnya.

Dikatakannya dari 7 platform logikanya kalau Platform Sinovac tiba-tiba kurang mempan hadapi Corona dan mutasi baru. Siapa tahu Platform yang lain mempan, apalagi ketujuh itu beda platform sumber bahan baku Vaksinya.

“Artinya vaksin merah putih itu milik pemerintah, cuma, sayangnya baru uji klinis akhir tahun 2021. Sedang kalau DPR maunya cepat-cepat saja digunakan terutama yang hasil riset Eijkman yang paling maju,” tuturnya.

Sebelumnya Sinovac diputuskan sebagai Vaksin gratis untuk rakyat tapi negara yang membelinya dari uang APBN.

Selain itu ada Vaksin gratis bantuan lembaga penelitian anti virus dunia yang tidak di beli atau gratis dalam rangka Covax-GAVI , jadi kita sudah bagian dari organisasi vaksin dunia, dimana kita tergolong akan mendapat vaksin gratis dalam kerangka kerja sama internasional.( oce)

Bagikan: