Jakarta, Indo Merdeka – Kondisi kondisi politis pemilu serentak 2024 meniliki potensi konflik akibat jadwal penyelenggaraan yang belum ditetapkan atau waktu yang tidak tepat pada waktu hari H, selain konflik antar parpol, konflik perolehan suara dan konflik akibat suhu politik itu sendiri.
Disamping akan maraknya money politik, “Ini penting supaya kita bisa mendeteksi.segala hal yang paling buruk sejak dini. Dan antisipasinya yang sangat tergantung pada pengaturan kebijakan pada hari ini, kemudian kita bisa mencari antisipasi lain, kira-kira begitu”.
Ini diutarakan Yanuar Prihatin anggota DPR dari Komisi II di Jakarta, Kamis (7/10/2021).
Dalam even pemilu dari pengalaman lalu, ungkapnya, yang terjadi pada setiap pemilu ketika suhu nanti terus naik ke panas, panaspun greatnya kalau tertinggi kian sangat panas itu, cirinya kemudian muncul hoax, fitnah, kerusuhan.
“Kenapa ini harus disampaikan karena pemilu 2004 berlangsung dalam keadaan dimana kita belum punya pengalaman menyatukan pemilu pileg pilpres satu tarikan nafas dengan Pilkada serentak,” katanya.
Artinya menyatukan dua event dalam satu tarikan napas di tahun yang sama pada bulan yang berbeda, kita belum punya pengalaman, “sehingga banyak hal yang harus di pertimbangkan dengan matang dari mulai sekarang,” katanya.
Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara kita mengantisipasinya di hari ini. Dikatakan, perlu ada parameter ukuran yang sejak awal harus disepakati bersama. Parameter yang kemarin sudah kita sepakati di Komisi II dan Pemerintah adalah tidak merubah aturan main artinya undang-undang regulasi yang terkait tidak kita ubah.
Yang kedua, waktu pemilu harus disepakati sejak dini atau paling tidak dipahami oleh semua pihak dan tidak menimbulkan perbedaan yang tajam pada tanggal dan bulan berapa akan digelar. Yang sampai sekarang jadwalnya belum di putus antar di bulan Pebruari atau Mei.
“Buat saya supaya suhu politik yang panas, suhu politik yang menaik itu diatasi dengan mekanisme sosial-kultural agar bisa dingin kembali. Pemilu sebaiknya di gelar sebelum di bulan Ramadan dan Idulfitri atau yang pas di bulan Pebruari,” kata Yanuar Prihatin.
Untuk info, Komisi II belum memutuskan satu jadwal pemilu serentak. KPU dan Pemerintah punya usul jadwal yang berbeda, Komisi II juga setali tiga uang. Oce





