Palembang, Indo Merdeka – Sulawesi Selatan beberapa hari lalu, kembali di hebohkan dengan ledakkan di Makassar,. Belum habis teror tersebut, Rabu (31/3/2021) sore Mabes Polri pun tak luput dari aksi teror yang dilakukan seorang perempuan berusia 25 tahun.
Menaggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Ramlan Holdan mengutuk keras atas aksi bom bunuh diri dan aksi penembakan di Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Dirinya meminta kepada Polri, TNI dan pekerjaan seluruh tokoh terutama para ulama-ulama untuk turut mengawasi.
“Sebenarnya bibit-bibit ini sudah mulai muncul menanamkan kebencian kepada agama lain,” katanya
Selain itu menurutnya, dari sisi pendidikan kita mulai dari SD, SMP dan SMA, namun dari pemahaman terhadap nilai-nilai agama itukan baru sisi akidah, syariah saja jadi masih ada kelemahan.
“Tapi dari sisi akhlak masih ada kelemahan-kelemanan di situ,” ungkapnya.
Jelasnya, Pendidikan Moral Pancasila itu jamnya masih kurang, bahkan silabus (adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar) pendidikan itu tidak menyentuh terhadap nilai-nilai ahlak antar umat beragama.
“Termasuk pendidikan agama, ini harus ada perbaikan dari hulu, jadi pendidikan itu soal moral, etika, budipekerti. Nah ini mesti harus dibahas ulang, silabus ini menyentuh kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Dirinya juga menambahkan, bahwa hal ini bukan hanya tugas aparat saja, namun juga tugas kita semua, tugas ulama khusunya dan tugas dunia pendidikan.
“Karena mempelajari agama ini kalau sepotong-sepotong cuma akidah dan syariah itu saja, namun mendalami itu masih sedikit, apalagi jam pelajaran agama itu sangat singkat,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Holdan kaum milenial ini juga sangat rentan terhadap hal seperti ini, karena pemahaman yang sedikit, namun saat mereka membuka medsos. Terkadang ini menurut mereka itulah yang benar.
“Kaum milenial itu bangun tidur, 15 menit yang di cari hp, apalagi kedepan revolusi 5.0, nah itulah gunanya belajar agama itu, namun belajar itu dengan guru atau ulama,” ungkapnya.
Lanjutnya, Pancasila itu adalah syarat tertib dunia, kalau ini kita pakai tidak ada percekcokan.
“Walau berbagai macam bahasa dan suku, tapi masih dengan dasar lima sila Pancasila itu mampu mempertahankan negara kita, artinya Pancasila masih relevan walaupun itu bukan Al-Quran,” tutupnya (Putri)






