Palembang, Indo Merdeka –  Gerakan Mahasiswa Kristen  Indonesia  (GMKI) Palembang menyorotin banjir yang terjadi di Kota Palembang.

Pasalnya, hujan deras selama 1 jam lebih beberapa hari lalu, menyebabkan beberapa titik daerah di Kota Palembang terendam banjir.

“Banjir terjadi akibat buruknya drainase dan pengolahan sampah, sehingga menggangu aktivitas masyarakat seperti beberapa ruas jalan macet total,” Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua BPC GMKI Palembang, Fajar Sihombing dalam keterangan tertulis di Palembang, 3 September 2021.

Fajar juga mengatakan belum ada keseriusan Pemkot Palembang dalam menangani banjir.

“Pemkot Palembang, seharusnya mengoptimalkan pompa air dan memperbaiki sistem drainase di Kota Palembang”, katanya.

“Hingga saat ini, belum terlihat kinerja dan tindakan dari Bapak Harnojoyo selaku Walikota Palembang untuk menangani Banjir”, tambahnya.

Disisi lain, GMKI Palembang juga menyorotin jumlah sampah di Palembang yang mencapai 1200 ton per hari.

“Jika tidak dikelola dengan baik, sampah menjadi beban masyarakat pada masa mendatang karena akan mencemarin ekosistem dan lingkungan”, ujar Fajar.

Oleh karena itu, GMKI Palembang mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran membuat sampah pada tempatnya.

Dan, pihaknya juga menghimbau kepada Pemkot Palembang untuk mewujudkan pengelolahan sampah ramah lingkungan dengan penerapan teknologi, seperti Pengelolahan Sampah Menjadi Enegrgi Listrik (PSEL).

“Salah satu persoalan dalam pengolahan adalah retribusi sampah yang tidak transparan. Pemkot harus mampu membenahi sistem retribusi agar pengolahan sampah berjalan maksimal”, tutup Fajar.

Putri

Bagikan: