OKU Timur.IndoMerdeka.Com – Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten OKU Timur melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan ini dipusatkan di lingkungan Kantor Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur dan berlangsung selama dua hari, yakni Kamis (12/02/2026) hingga Jumat (13/02/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU Timur, Muhammad Yani, S.P., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak nasional. Dalam pelaksanaannya, dinas bekerja sama dengan Bulog serta Paguyuban Pangan Swasembada.
“Gerakan ini mengusung slogan ‘Stok Aman, Puasa Nyaman, Pasokan Lancar, Harga Wajar’. Ini adalah upaya kita untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang hari besar keagamaan,” ujar Muhammad Yani di lokasi kegiatan, Kamis (12/02).
Berbagai komoditas pangan disediakan dalam pasar murah ini. Di antaranya adalah beras SPHP kemasan 5 kg yang dijual seharga Rp60.000 hasil kerja sama dengan Bulog, serta Minyakita dengan harga Rp15.000 per liter.
Selain itu, tersedia juga beras organik, bawang merah, cabai, serta sayur-mayur segar hasil produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) dan berbagai produk UMKM lokal.
“Tujuan utamanya adalah stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Kami ingin memastikan saat memasuki bulan Ramadan nanti, harga kebutuhan pokok tetap standar dan tidak mengalami kenaikan yang melonjak,” tambahnya.
Antusiasme warga terlihat, salah satunya Titin, warga Kotabaru Barat. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini karena perbedaan harga yang cukup signifikan dibandingkan di pasar atau warung umum.
“Sangat membantu, harganya lebih murah. Saya sengaja beli beras sekarang untuk persiapan kebutuhan bulan Ramadan nanti yang biasanya meningkat,” kata Titin.
Ia pun berharap program seperti ini dapat rutin dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Harapannya kalau bisa diadakan rutin, sebulan atau dua bulan sekali, karena ini sangat membantu meringankan beban kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya.





