OKU Timur.Indomerdeka.CoM – Kepolisian Resort (Polres) OKU Timur resmi mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) pertama di wilayah hukumnya.

Peresmian fasilitas ini dilakukan langsung oleh Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., bertempat di Kecamatan Bunga Mayang,Kamis (18/02)

Gedung SPPG Polres OKU Timur ini diproyeksikan menjadi pusat penyediaan asupan nutrisi bagi masyarakat sekitar.

Fasilitas yang disediakan mencakup dapur modern lengkap dengan peralatan memasak serta alat transportasi pendukung operasional.

Dalam sambutannya, AKBP Adik Listiyono menyampaikan bahwa kehadiran SPPG ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri dalam mendukung program penguatan gizi nasional.

“Hari ini kita saksikan bersama peresmian SPPG Polres OKU Timur. Harapannya, fasilitas ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia sekolah yang tidak bersekolah,” ujar Kapolres.

Menunggu Operasional dari BGN
Meski fasilitas fisik dan sarana pendukung telah siap 100 persen, Kapolres menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan dan jadwal operasional resmi masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk mulai kapan operasionalnya, kita menunggu dari BGN karena teknis dan pelaksanaan operasional itu wewenang mereka. Dari pihak Polres sudah menyediakan fasilitas lengkap mulai dari dapur hingga alat asosiasinya,” tambahnya.

Targetkan Generasi Cerdas dan Sehat
Tujuan utama dari SPPG ini adalah memastikan pemenuhan gizi anak-anak di wilayah seputaran operasional, khususnya di Kecamatan Bunga Mayang. Dengan gizi yang tercukupi, diharapkan anak-anak memiliki kesiapan fisik dan mental yang lebih baik dalam menyerap ilmu di sekolah.

“Dengan pemenuhan gizi, harapannya anak-anak kita semakin pintar, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa,” tegas AKBP Adik.

Ekspansi ke Wilayah Terpencil
Langkah ini hanyalah awal. Menindaklanjuti rencana Kapolda Sumsel yang mencanangkan pembangunan 100 SPPG di wilayah Sumatera Selatan, Polres OKU Timur tengah mendata wilayah lain yang belum ter-cover untuk diajukan verifikasi ke BGN.

Salah satu fokus utama ke depan adalah pembangunan SPPG di wilayah terpencil, seperti Desa Mendah di Kecamatan Jayapura. Wilayah tersebut memiliki empat dusun yang sulit diakses kendaraan roda empat.

“Untuk wilayah terpencil seperti Desa Mendah, kriterianya lebih fleksibel. Tidak harus melayani 2.000 penerima manfaat; di bawah jumlah itu pun pembangunan SPPG tetap bisa dilakukan demi pemerataan akses gizi bagi masyarakat,” tutup Kapolres.

Bagikan: