Siak, Indo Merdeka – Virus Corona asal Wuhan sudah merajalela di Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak terkhususnya berasal dari Klaster IKPP.
Sederet opini mengatakan agar perusahaan besar bertaraf Nasional IKPP segera ditutup, ditolak mentah-mentah salah seorang karyawan yang mengaku lebih sepuluh tahun bekerja didalamnya.
“Secara pribadi saya tidak setuju bahwa dilakukan penutupan total perusahaan IKPP. Saya sudah lebih sepuluh tahun bekerja didalamnya. Saya menghidupi keluarga dengan bekerja di IKPP. Kan sekarang sudah resesi ekonomi. Jika ditutup, alternatif apa yang disediakan pemerintah untuk buat kami bisa cari makan,” ujar Ginting kepada wartawan di Perawang, Minggu (9/8/2020).
Menurut Ginting, penyebaran virus Corona di Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang tidak sepenuhnya menyalahkan pihak IKPP. Karena penyebaran virus Corona itu bisa saja menyerang siapapun.
“Saya keberatan penyerangan habis-habisan kepada kami di IKPP. Seolah-olah kami karyawan IKPP pemicu munculnya virus Corona. Saya tidak setuju menyalahkan sepenuhnya kepada perusahaan kami bekerja. Ribuan pekerja di IKPP pastinya komplain jika kami yang menjadi biang keladi munculnya atau pembawa virus Corona. Diperusahaan IKPP itu protokol kesehatan sudah ketat. Hanya saja namanya manusia. Kita juga tak menginginkan masuknya virus itu. Siapa yang mau terkena virus? Sekelas istana negara saja pun bisa diserang virus itu kan?,” ujarnya.
Ginting menambahkan, agar pemerintah serta stakeholder bersikap adil dan bijaksana terkait maraknya pemberitaan yang terkesan tendensius menyalahkan pihak IKPP, agar bisa dilakukan penyejukan dalam memuat tulisan dan bukan malah memprovokasi.
“Saya selaku warga negara Indonesia yang patuh dan taat dengan pemerintah, hingga saat ini masih patuh dan taat dengan protokol kesehatan. Jika kita disiplin, niscaya kita bisa sakit atau terkontaminasi virus ini. Yah..paling tidak meminimalisir penyebarannya. Jika pemberitaan terus menerus menyerang IKPP, kami khawatir kami sebagai karyawan akan tersisih dari tengah-tengah masyarakat. Dan sekarang ini sudah dimulai, kami dijauhi karena dianggap sebagi pemicu,” pungkas Ginting. (SIMON)






