Siak, Indo Merdeka – Gereja Niha Keriso Protestan Indonesia (GNKP) Kecamatan Tualang Kabupaten Siak melaksanakan ibadah pembaptisan dan peneguhan sidi terhadap 10 orang jemaat, Minggu (16/8/2020) pagi. Tujuh diantaranya adalah anak-anak yang menanjak usia remaja.
Sebelum ibadah dilaksanakan, Sekretaris Jemaat Famaha Pardomuan Zebua SE menggelar Protokol Kesehatan Covid-19, berupa imbauan cuci tangan, gunakan masker dan sebelum masuk gereja petugas melakukan pengecekan suhu tubuh.
Amatan jurnalis dilokasi, ketujuh anak mengenakan pakaian serba putih untuk mengikuti proses ibadah Peneguhan Sidi.Sedangkan tiga orang lainnya mengikuti pembaptisan dipimpin Pendeta GNKP Indonesia Jemaat Perawang, Pendeta S Halawa ST.
Ketujuh jemaat yang ikut Peneguhan Sidi yakni, Samuel Alamsyah Zebua, Darda Delaya Zebua, Andronikus Yedaya Zebua, Yulisman Ndruru, Yerni Laia, Ani Murni Giawa, Ckarmila Daeli. Sedangkan tiga jemaat yang ikut pembaptisan yakni, Chael Abercio Zebua, Abdul Mallory Zai, Christien Agreini Kawi.
Seperti di ketahui bahwa, Peneguhan Sidi adalah bagian dari pengakuan iman rasuli dalam gereja-gereja Protestan setelah melakukan Katekisasi. Selain itu seseorang juga bisa diteguhkan melalui Peneguhan Sidi, lewat upacara dan ibadah  di hadapan  seluruh sidang jemaat.
“Saya sebagai Pendeta bersyukur karena atas kasih dan karuniaNya, Yesus berkenaan memimpin anak-anak ini sampai mereka mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamatnya,” kata Pendeta S Halawa.
Pada kelas Alkitab kata Pendeta, diserahkan dalam mekanisme gradet sistem itu, dan anak-anak ini masuk di sekolah Katekisasi kurung waktu satu tahun dalam pengajaran iman.
“Nah itu yang di GNKP – Indonesia,Tanah lancang kuning Siak – Riau, untuk kurikulum sekolah minggu dan gradet sistemnya. Jadi Anak-anak ini di gembleng di berikan pembelajaran dan pembekalan iman dulu sebelum mereka melakukan Peneguhan Sidi dalam satu tahun pengajaran iman,” beber Pendeta.
“Sesudah di teguhkan hari ini, di hadapan Tuhan dan disaksikan oleh ratusan warga jemaat yang hadir minggu ini, walaupun dalam situasi pandemi namun tetap mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19,” pungkas Pendeta S Halawa.
(Simon)
Bagikan: