OKU Timur.Indomerdeka.Com – Awal tahun 2026 menjadi periode yang cukup krusial bagi dinamika sosial dan politik di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.
Tercatat, sepanjang Januari hingga Februari 2026, gelombang aspirasi masyarakat pecah dalam lima aksi demonstrasi besar yang menyasar berbagai isu, mulai dari dugaan korupsi tingkat desa hingga sengketa tapal batas wilayah.
Rentetan aksi ini dimulai pada 5 Januari 2026, ketika warga Desa Tanjung Kukuh mendatangi kantor pemerintah OKU Timur untuk menuntut proses hukum terhadap Kepala Desa mereka. Warga menduga adanya penjualan aset desa secara ilegal dan mendesak pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas.
Suasana semakin memanas tepat di hari jadi kabupaten. Pada 19 Januari 2026, bertepatan dengan HUT OKU Timur ke-22, massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi di depan Gedung DPRD OKU Timur. Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan kritis terkait evaluasi kinerja pemerintah daerah di usia kabupaten yang ke-22 tahun.
Tak hanya dari kalangan warga dan mahasiswa, sektor kesehatan pun ikut bergejolak. Puluhan dokter di OKU Timur turun ke jalan untuk menyuarakan hak mereka. Para tenaga medis ini menuntut kejelasan terkait realisasi insentif dokter untuk tahun anggaran 2026 yang dinilai belum ada kepastian.
Penutup rangkaian aksi di bulan Februari didominasi oleh isu agraria dan wilayah. Warga Desa Karya Makmur dan Desa Windu Sari, Kecamatan Belitang Jaya, tercatat melakukan aksi dua kali (Jilid I dan II).
Aksi Jilid I (13 Februari 2026): Warga menyampaikan aspirasi mendalam terkait sengketa lahan tapal batas antara Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKI.
Aksi Jilid II (23 Februari 2026): Massa kembali hadir untuk menagih progres dan perkembangan nyata dari pemerintah daerah dalam menyelesaikan sengketa wilayah tersebut agar tidak berlarut-larut.
Menanggapi hal ini, sejumlah pihak berharap Pemerintah Kabupaten OKU Timur dapat segera memberikan solusi konkret atas tuntutan-tuntutan tersebut guna menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah di sisa tahun 2026.





