MARTAPURA – Peristiwa tragis yang mengguncang warga Desa Kota Baru, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, mulai menemui titik terang. Pasca penusukan yang menewaskan seorang lansia bernama Roni (73) pada Kamis (7/4) sore, situasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Romadhon terpantau kondusif dan aktivitas belajar mengajar berjalan seperti biasa.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, santri dan santriwati tetap menjalankan kegiatan sekolah sebagaimana mestinya. Meski demikian, garis polisi masih terpasang di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di teras Masjid Romadhon, sebagai bagian dari proses penyelidikan.Rabu (08/04/2026)
Kronologi Kejadian
Pengurus Pondok Pesantren Romadhon, Ustadz Miftahul Faizin, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi sangat cepat dan spontan sekitar pukul 17.50 WIB, sesaat sebelum waktu Maghrib.
“Kejadiannya sangat mendadak. Saat itu saya di rumah, lalu santri lari melapor kepada saya. Ketika saya sampai di lokasi, kerumunan sudah ramai dan korban yang merupakan paman saya sendiri sudah meninggal dunia,” ujar Ustadz Miftahul.
Korban diketahui merupakan warga Batu Marta Unit 13 yang tengah berkunjung ke pesantren dalam rangka silaturahmi Lebaran sekaligus mempersiapkan diri untuk ibadah umroh. Selama di pesantren, korban dikenal aktif beribadah, mulai dari salat berjamaah hingga salat sunnah.
Pelaku Bukan Warga Pesantren
Ustadz Miftahul menegaskan bahwa pelaku, yang diidentifikasi bernama Rama, sama sekali tidak memiliki kaitan dengan pondok pesantren.
“Pelaku bukan santri, bukan ustadz, dan bukan jemaah tetap Masjid Romadhon. Dia orang luar. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku tiba-tiba datang menghampiri korban yang sedang duduk di teras masjid menunggu waktu Maghrib, lalu langsung melakukan penusukan,” jelasnya.
Antara korban dan pelaku dipastikan tidak saling mengenal. Pihak pesantren juga menyebut ada indikasi pelaku di bawah pengaruh obat-obatan terlarang (narkoba) saat melancarkan aksinya.
Langkah Keamanan ke Depan
Meskipun kejadian ini menimbulkan trauma, pihak pesantren memastikan lingkungan saat ini sudah aman karena pelaku telah diamankan oleh pihak Polres OKU Timur. Sebagai langkah antisipasi, pihak pondok akan memperketat pengamanan lingkungan.
“Ini adalah takdir, namun ikhtiar ke depan kami akan memaksimalkan tim keamanan pondok dan mengontrol anak-anak lebih ketat lagi. CCTV yang ada di beberapa titik juga sangat membantu proses identifikasi,” tambah Ustadz Miftahul.
Pihak keluarga dan pesantren berharap aparat penegak hukum dapat memproses pelaku sesuai undang-undang yang berlaku.
Mereka juga meminta pihak kepolisian lebih gencar dalam memberantas peredaran narkoba agar kejadian serupa tidak terulang kembali.





