MARTAPURA – Program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, dipastikan mengalami penambahan signifikan pada tahun 2026.

Pemerintah daerah yang awalnya mengajukan 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke pemerintah pusat, kini mencatat total kuota sebanyak 1.530 unit.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten OKU Timur, Danan Rachmat, mengungkapkan bahwa lonjakan ini terjadi berkat adanya dukungan tambahan dari pemerintah provinsi.

“Awalnya kita mengajukan 1.000 unit program bedah rumah ke pemerintah pusat dan sudah disetujui. Kemudian ada tambahan kuota dari pemerintah provinsi sebanyak 500 unit, sehingga total program bedah rumah yang akan direalisasikan mencapai 1.530 unit,” ujar Danan,

Terkait realisasi bantuan dari pemerintah pusat, Danan menjelaskan bahwa pihak daerah saat ini masih menunggu proses pencairan dan pelaksanaan di lapangan.

Berdasarkan informasi yang diterima, program tersebut diperkirakan mulai berjalan pada Juli 2026.

Data calon penerima sendiri sudah diajukan sejak tahun 2025 lalu.

Realisasi Sepanjang Tahun 2026

Di samping program berskala besar tersebut, Kabupaten OKU Timur telah berhasil merehabilitasi sedikitnya 30 unit rumah hingga pertengahan tahun 2026 melalui berbagai sumber pendanaan penunjang, dengan rincian:

10 unit dari bantuan CSR Bank Sumsel Babel.

10 unit dari APBD Kabupaten OKU Timur.

10 unit dari program aspirasi anggota DPRD yang dibiayai melalui APBD OKU Timur anggaran 2026.

Tren Penurunan RTLH di OKU Timur

Upaya berkelanjutan ini terbukti efektif menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dinas Perkim mencatat jumlah RTLH di OKU Timur saat ini tersisa sekitar 4.500 unit.

Angka tersebut menunjukkan penurunan drastis jika dibandingkan dengan data tahun 2021 yang saat itu masih menyentuh angka 11.000 unit rumah tidak layak huni.

“Artinya, selama beberapa tahun terakhir, penanganan rumah tidak layak huni di OKU Timur terus mengalami kemajuan. Namun, masih ada sekitar 4.500 unit lagi yang menjadi pekerjaan rumah bersama agar seluruh masyarakat dapat memiliki hunian yang layak,” pungkas Danan.

Bagikan: