MARTAPURA – Manajemen RSUD Martapura membantah keras dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada salah satu oknum tenaga kesehatannya terhadap pasien perempuan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Pihak rumah sakit menyatakan tuduhan tersebut tidak sesuai dengan fakta dan diduga merupakan efek samping obat bius.

Humas RSUD Martapura, Immala Dewi, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, pasien dirawat dalam kondisi tidak sadar dan telah diberikan obat bius serta obat penenang. Ketika sadar, pasien merasa mengalami tindakan pelecehan.

“Penjelasan dari dokter kami, dr. Hasiolan, kondisi tersebut diduga dipengaruhi efek obat. Hal itu juga sudah disampaikan kepada pihak keluarga,” ujar Immala Saat di konfirmasi awak media, Selasa (14/7/2026).

Meski demikian, pihak RSUD Martapura menghormati proses hukum yang berlaku. Immala membenarkan bahwa keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres OKU Timur, dan pihak kepolisian telah mendatangi rumah sakit untuk meminta klarifikasi.

Kronologi Pelapor

Dugaan pelecehan ini dilaporkan oleh Tri Susilo (suami korban) ke Polres OKU Timur pada Sabtu (11/7/2026). Laporan tersebut teregistrasi terkait dugaan tindak pidana asusila/cabul sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (Pasal 414 dan/atau 415).

Berdasarkan uraian laporan, peristiwa bermula pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 15:34 WIB di ruang ICU RSUD Martapura. Terlapor yang disebut berinisial SL diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban (Khoiroh Ummah) dengan cara memegang payudara korban, membuka baju, hingga membuka celana korban dan memegang alat kemaluannya.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami trauma mendalam.

Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono, melalui Kasat Reskrim IPTU Rendi Ramadhona, membenarkan adanya laporan dari suami korban.

“Benar, keluarga korban sudah melaporkan kejadian itu ke Polres OKU Timur. Saat ini kami masih mendalami dan melakukan validasi terhadap seluruh informasi serta bukti yang ada,” tegas IPTU Rendi.

Polisi memastikan kasus ini tengah ditindaklanjuti untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Bagikan: