MARTAPURA – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, melakukan kegiatan ubinan untuk mengukur produktivitas hasil panen padi musim tanam pertama (MT1).

Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik Pak Abi Kusno, anggota Kelompok Tani Cahaya Gemala, Desa Tanjung Kemala, dengan menggunakan mesin pemanen otomatis (combine harvester).

Koordinator BPP Kecamatan Martapura, Noma Riyandi, menjelaskan bahwa metode ubinan dilakukan dengan mengambil sampel area seluas 2,5 x 2,5 meter persegi sesuai kriteria Kerangka Sampel Area (KSA).

“Hasil ubinan hari ini menunjukkan angka 5,9 kg. Jika dikonversikan, potensi hasilnya di atas 9 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar. Kami sangat optimis produksi pada MT1 ini akan mengalami peningkatan dibandingkan musim tanam sebelumnya (MT3),” ujar Noma di lokasi panen.

Pada musim ini, petani di wilayah tersebut menanam varietas Inpari 47. Pemilihan varietas ini merupakan saran dari penyuluh karena memiliki ketahanan terhadap serangan hama wereng yang sempat menjadi kendala di musim-musim sebelumnya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem
Noma menambahkan, saat ini wilayah Kecamatan Martapura telah memasuki musim panen raya. Dari total luas tanam 1.887 hektar, sekitar 300 hektar di antaranya telah berhasil dipanen hingga awal April ini.

Meski demikian, intensitas hujan yang tinggi menjadi tantangan tersendiri. Beberapa petani memilih memanen lebih awal untuk menghindari risiko tanaman rebah atau kerusakan akibat cuaca ekstrem yang dapat memicu kerugian.

“Terkait harga, saat ini serapan pasar masih stabil di kisaran Rp6.200 hingga Rp6.500 per kilogram GKP. Bulog juga siap menyerap hasil panen petani. Jika ada yang ingin memasarkan ke Bulog, silakan hubungi penyuluh di lapangan,” tambahnya.

Apresiasi Petani
Sementara itu, Abi Kusno, salah satu pemilik lahan, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan rutin yang dilakukan oleh petugas BPP Martapura. Menurutnya, kehadiran penyuluh sangat membantu petani, mulai dari masa tanam hingga penanggulangan hama.

“Petugas rutin mendampingi kami dari awal tanam sampai panen. Harapan kami, konsistensi ini terus terjaga di setiap musim tanam agar petani merasa aman dan terpadu dalam mengelola lahan,” ungkap Abi.

Selain di Desa Tanjung Kemala, pengambilan sampel ubinan oleh tim KSA BPS juga dijadwalkan menyasar empat lokasi lain, yakni Desa Kromongan, Desa Bukit Sari, Desa Perjaya Barat, dan Kelurahan Veteranjaya.

Bagikan: