MARTAPURA.IndoMerdeka – Suasana khidmat menjelang ibadah sholat Maghrib di Masjid Ramadhon, Gang Azis, Desa Kotabaru Barat, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, berubah mencekam pada Selasa (7/4/2026).

Seorang pria bernama Roni,usia 70 tahun, asal Batumarta unit 13, Kabupaten OKU, menjadi korban serangan brutal hingga tewas di pelataran masjid sekitar pukul 18.00 WIB.

Peristiwa yang sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial dalam rekaman video ini terjadi saat korban sedang duduk bersama seorang santri di area luar masjid.

Menurut keterangan saksi mata, pelaku yang merupakan seorang pria muda bernama Rama berusia 25 tahun warga desa kota baru,tiba-tiba datang menghampiri mereka dengan gelagat mencurigakan.

Salah satu santri yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa pelaku sempat mengusir rekan korban sebelum melancarkan aksinya.

“Pelaku sempat menyuruh teman saya pergi, katanya ‘jangan ikut-ikutan’,” ujar saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Begitu rekan korban menjauh, pelaku langsung menyerang korban secara membabi buta. Meski sempat berusaha menangkis dan melarikan diri, korban tak kuasa membela diri dari amukan pelaku yang terus mengejarnya hingga jatuh tersungkur di hadapan para santri.

Salah seorang pengurus Pesantren Ramadhon saat di konfirmasi bahwa korban merupakan keponakan dari ustad pengurus pesantren tersebut.

“Saya baru sampai di pesantren setelah dikabari kejadian ini,” ungkapnya.

Pasca kejadian, pelaku tidak melarikan diri melainkan langsung menyerahkan diri kepada warga setempat.

Kemudian pihak kepolisian yang menerima laporan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listyono, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu Rendi Ramadona, S.H., membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut.

“Benar, anggota sudah melakukan olah TKP. Pelaku saat ini sudah kami amankan di Polres OKU Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Iptu Rendi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi brutal yang terjadi di area rumah ibadah tersebut.

“Untuk motif masih dalam penyelidikan intensif guna mengungkap latar belakang dan kronologi lengkap kejadian,” pungkasnya

Bagikan: