Palembang, Indo Merdeka – Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati SH MH mengajak semua elemen untuk terlibat dalam memanfaatkan Light Rapid Transit (LRT) Palembang-Banyuasin, Sumsel. Hal itu disampaikan politisi Golkar tersebut saat monitoring dan peninjauan lapangan ke kantor LRT KAI Banyuasin.

“LRT inikan yang pertama di Indonesia, ini aset kita dan kebanggaan warga Sumsel sehingga harus benar-benar kita manfaatkan,” kata RA Anita ditemui wartawan setelah kunjungan, Kamis (25/8).

Dikatakan perempuan pertama yang menjabat ketua DPRD Sumsel ini, saat ini pemasukan dari LRT ini hanya mengandalkan tiket/karcis penumpang. Sehingga tidak cukup untuk menutupi biaya operasional.

“Kita berharap LRT ini selain sebagai transportasi, juga menjadi sarana edukasi terintegrasi dengan melibatkan lembaga pendidikan. Selain itu pemanfaatan aset untuk komersil dapat dilakukan disepanjang LRT dan stasiun yang dimiliki,” ingatnya.

Ra Anita mengajak semua elemen terlibat aktif dalam pemanfaatan LRT ini, sehingga nantinya pemasukan bukan hanya dari tiket, tapi iklan dan inovasi-inovasi yang dikelola oleh menejemen.

“Saya mengajak semua elemen termasuk Pemprov Sumsel, kota Palembang dan swasta untuk terlibat, mulai dari pemanfaatan aset, penyediaan lahan parkir, support even dan dorongan pemanfaatan LRT ini, kedepan kita berharap bisa memberikan pemasukan ke daerah lewat LRT ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan Dedik Tri Istiantara menegaskan saat ini minat masyarakat untuk naik LRT mengalami peningkatan. Dari data, tahun 2021 lalu sebanyak 1,5 juta penumpang naik LRT. Sementara tahun ini di bulan Agustus saja sudah mencapai 1,7 juta lebih penumpang.

“Terbanyak saat weekend, apalagi jika ada even seperti 17 agustus lalu masyarakat menonton lomba Bidar. Dari 13 stasiun terbanyak naik dan turun di stasium Asrama Haji dan Ampera,” kata Dedik.

Ia menyebutkan sejumlah inovasi sudah dilakukan dalam meningkatkan jumlah penumpang diantaranya dengan memberikan promo untuk kategori pelajar, ASN dan umum. “Tiket jika dari stasiun bandara Rp 10 ribu selain itu Rp 5 ribu. Juga ada kerjasama dengan Damri untuk mahasiswa Unsri dan promo lainnya,” ungkapnya.

Terkait pemanfaatan aset, pihaknya kini sedang melakukan survey dengan melibatkan pihak MRT Jakarta agar kedepan bisa termanfaatkan sekaligus menjadi tambahan pemasukan dari sektor lain untuk memenuhi kebutuhan operasional LRT.

“Dalam 1 tahun operasional kita mencapai Rp 120 M. Kita mengharapkan dukungan dari pemerintah setempat untuk dapat mensukseskan program kami,” tukasnya. (Ril)

Bagikan: